Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Murung Raya Dina Maulida Rahmanto, pada Senin, 9 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama strategis di bidang pengembangan literasi masyarakat.
Wakil
Ketua DPRD Murung Raya disambut langsung oleh Dekan Fakultas Adab dan
Humaniora, Prof. Dr. H. Barsihannor, MA, beserta jajaran pimpinan fakultas dan
sivitas akademika serta para mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Suasana
pertemuan berlangsung hangat dan dialogis, mencerminkan semangat kolaborasi
yang ingin dibangun kedua belah pihak.
Dalam
pertemuan tersebut, Wakil ketua DPRD Murung Raya yang juga istri Wabu Murung
Raya Dina Maulida SH.I, menyampaikan harapannya agar kunjungan ini tidak
berhenti pada silaturahmi semata, tetapi berharap dapat ditindaklanjuti dengan
kerja sama konkret, khususnya dalam bidang literasi. Menurutnya, penguatan
literasi masyarakat merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan sumber
daya manusia di daerah, termasuk di Kabupaten Murung Raya.
Harapan
yang sama juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora. Menurutnya,
Fakultas Adab dan Humaniora memiliki potensi besar untuk menjadi mitra
strategis pemerintah daerah, mengingat keberadaan Program Studi Ilmu
Perpustakaan selama ini bergelut langsung dengan isu-isu literasi, pengelolaan
informasi, dan pengembangan budaya baca di masyarakat. Dekan berharap, kerja sama
yang dirintis dapat menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung
bagi masyarakat, baik melalui pendampingan, pelatihan, maupun penguatan
kelembagaan literasi di daerah.
Menurutnya,
literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi
juga menyangkut kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan membangun
kesadaran sosial.
Prof.
Barsihannor berharap, pertemuan ini menjadi langkah awal yang nyata menuju
kerja sama berkelanjutan antara Fakultas Adab dan Humaniora dan Pemerintah
Kabupaten Murung Raya. Ia optimistis, sinergi antara dunia akademik dan
pemerintah daerah dapat melahirkan inovasi-inovasi literasi yang relevan dengan
kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan daerah secara
berkelanjutan.

